Dewasa ini virus corona telah menyebar ke seluruh dunia dan menyebabkan pandemic. Department Kesehatan harus memberikan perhatian khusus untuk mencegah penyebarannya. Hand Sanitizer merupakan salah satu jalan keluar untuk masalah tersebut. Penggunaan Hand Sanitizer dengan cara diteteskan pada telapak tangan dan kemudian diratakan di permukaan tangan dengan tujuan untuk menjaga tubuh terhindar dari penyakit khususnya infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme. Beberapa jenis gel antiseptic pada Hand Sanitizer ini pada umumnya masih berbahan alkohol sebagai antibakterinya. Sifat antibakteri dari bahan alkohol ini dapat diganti dengan kandungan alami dari herba Ciplukan (Physalis angulate) yaitu saponin (pada tunas), flavonoid (daun dan tunas), polifenol, dan fisalin (buah), Withangulatin A (buah), asam palmitat dan stearat (biji), alkaloid (akar), Chlorogenik acid (batang dan daun), tannin (buah), kriptoxantin (buah), vitamin C dan gula (buah). Selain dari herba ciplukan, sifat antibakteri juga dapat diganti dengan daun sirih (Piper betle) karena memiliki kandungan saponin, flavonoid, minyak atsiri, dan polifenol. Materi yang digunakan dalam pemanfaatan Hema ini meliputi herba Ciplukan (Physalis angulate), daun sirih (Piper betle), etanol 70%, aquades, Natrium Benzoat, trietanolamin (TEA), DMSO, Hand Sanitizer x, NB (Nutrient Broth), blender, neraca analitik, ayakan mesh 40, labu Erlenmeyer, aluminium foil, plastik bening, karet gelang, hot plate, gelas beaker, gelas ukur, batang pengaduk, saringan, pH meter, viskometer, tabung reaksi, pipet, label, cawan petri. Proses pembuatan Hema melalui beberapa proses yaitu: 1) pembuatan ekstrak herba Ciplukan (Physalis angulate) dan daun sirih (Piper betle) dengan metode maserasi; 2) pengujian antibakteri ekstrak herba Ciplukan (Physalis angulate) dan daun sirih (Piper betle); 3) pembuatan sediaan Hema; 4) mengevaluasi sediaan Hand Sanitizer melalui uji organoleptis, uji Ph, uji viskositas, uji homogenitas dan 5) menganalisis data dengan metode statistika deskriptif. Hasil karakteristik “Hema” Hand Sanitizer yang berbahan dasar ciplukan (physalis angulate) dan Daun Sirih (Piper batle) yaitu pda hasil uji organoleptik, “Hema” memiliki warna coklat kekuningan, tidak berbau, dan memiliki terkstur cair. “Hema” memiliki pH 6 dan bersifat homogen. Serta kandungan fitokimia yang ada pada “Hema” yaitu Saponin, Flavonoid, Polifenol, Fisalin, Withangulatin A, Asam Palmitat dan Stearat, Alkoloid, Tanin, dan Minyak Atsiri. “Hema” memiliki potensi untuk membunuh bakteri, dengan demikian dapat dinyatakan bahwa “Hema” dapat dijadikan refrensi untuk sediaan Hand Sanitizer dengan keefektifan yang tinggi sebagai pencegah COVID-19. Kata kunci : Herba Ciplukan (Physalis angulate); Daun Sirih (Piper betle); Antibakteri; Hand Sanitizer; Hema.
Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Kendal.
Gedung A Lantai 1, Komplek Setda Kabupaten Kendal
Jl. Soekarno Hatta No. 193 Kendal
baperlitbang@kendalkab.go.id
(0294) – 381225