Banjir merupakan salah satu bencana alam yang paling sering terjadi di Indonesia dan menimbulkan dampak signifikan terhadap lingkungan, kondisi sosial, serta perekonomian masyarakat, terutama di wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi seperti Kabupaten Kendal yang dipengaruhi faktor alam dan perubahan penggunaan lahan. Kondisi banjir yang terjadi secara berulang menegaskan pentingnya pendidikan pra-banjir bagi siswa di wilayah terdampak, karena pemanfaatan media edukasi digital terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Urgensi integrasi edukasi mitigasi banjir dalam pembelajaran juga diperkuat oleh kejadian banjir besar di Kabupaten Kendal pada Januari 2026 yang berdampak luas terhadap aktivitas pendidikan dan kehidupan masyarakat. ALBA (Alarm Banjir Aman) dikembangkan sebagai media edukasi inovatif berbasis digital yang memadukan konten interaktif, simulasi deteksi peningkatan debit air sungai, serta miniatur permukiman terdampak banjir untuk memperkuat pemahaman risiko dan kesiapsiagaan siswa secara kontekstual. Implementasi ALBA di SMP NU 07 Brangsong dan SMP Negeri 2 Brangsong menunjukkan hasil sangat tinggi pada seluruh indikator kesiapsiagaan, meliputi pengetahuan (90%), sikap (92%), rencana tindakan (92%), keterampilan (94%), dan peringatan dini (95%), yang menegaskan efektivitas ALBA sebagai media pembelajaran kebencanaan sekaligus berpotensi menjadi platform kolaboratif antara sekolah, orang tua, dan pemerintah daerah serta model praktik baik pendidikan mitigasi bencana yang dapat direplikasi di wilayah lain.
Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Kendal.
Gedung A Lantai 1, Komplek Setda Kabupaten Kendal
Jl. Soekarno Hatta No. 193 Kendal
baperlitbang@kendalkab.go.id
(0294) – 381225